Rabu, 10 September 2008

NASIB PENILIK ERA REFORMASI

Nasib merupakan ketentuan yang telah ditetapkan sejak zaman azali. Ketentuan yang telah ditetapkan pada masa sebelumnya disebut qodo, sedangkan ketentuan yang telah terjadi atau telah menjadi kenyataan atau yang telah kita alami disebut qodar atau takdir.
Sebelum tiba takdir, setiap individu harus berusaha untuk mengubahnya sesuai dengan batas kemampuan yang ada dengan melakukan perjuangan. Begitu pula halnya dengan nasib yang dialami para Penilik diseluruh Indonesia sekarang ini sedang mengalami nasib suram. Untuk itu melalui organisasi Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Pusat, mari kita perjuangkan nasib Penilik dengan mengerahkan segala tenaga dan kemampuan yang ada untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam upaya memperoleh kesejahteraan hidup lahir dan batin.
Berjuang pantang menyerah apalagi putus asa. Berjuang harus sampai kebatas akhir sesuai dengan perencanaan awal. Selamat berjuang dan maju terus pantang mundur.

1 Komentar:

Pada 28 Desember 2008 pukul 22.57 , Blogger Unknown mengatakan...

Yth. Ketua IPI Babel
Jangan pesimis dalam perjuangan, perjuangan itu tidak hanya mengandalkan tenaga saja, tapi pikiran/strategi, uang, sumberdaya manusia. untuk berjuanganlah secara bersama-sama dan hasilnya dapat dinikmati bersama-sama pula

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda